Kondisi langit Kota Kupang yang terlihat cerah sekitar pukul 23.00 WITA, membuat fenomena ini bisa disaksikan secara jelas. Bulan terlihat tidak berukuran besar.
Di sebelahnya terlihat sebuah bintang, membuat pemandangan sangat menakjubkan. Ratusan warga Kota Kupang yang menyaksikan fenomena itu berhamburan ke luar rumah untuk menyaksikan bulan.
Hiro Tuames, Warga Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, mengaku baru menyaksikan fenomena tersebut. "Saya heran apakah fenomena ini menandakan akan terjadi malapetaka atau kebaikan," katanya.
Apalagi sejak beberapa bulan terakhir, Nusa Tenggara Timur yang biasanya memasuki musim kemarau, ternyata masih turun hujan. Sejumlah daerah bahkan dilanda banjir dan longsor.
Dari berbagai tulisan, fenomena cincin yang melingkari bulan dan bintang ini disebut halo. Halo biasa tampak pada malam hari dan berwarna putih.
Hal ini disebabkan oleh pembiasan cahaya bulan yang merupakan cermin sinar matahari dari kristal es di bagian atas atmosfer.















05.42
saya poenya


0 komentar:
Posting Komentar